Pengumuman

Selamat datang, jika terbantu dengan artikel, tolong click IKLAN yang ada untuk saya, terimakasih atas kebaikannya. jika ada yang di tanyakan silahkan langsung email ke taringdoberman@yahoo.com; welcome, have a nice reading, Please click commercial for me if you found my article is usedfull for you, you can contact me at taringdoberman@yahoo.com to share anything
Showing posts with label LGBT. Show all posts
Showing posts with label LGBT. Show all posts

Monday, 18 September 2023

LGBT, BUKAN GANGGUAN MENTAL ATAU PILIHAN HIDUP?

Mungkin sudah ssering kita dengar istilah ini, LGBT.  LGBT adalah singkatan yang merujuk kepada sekelompok identitas dan orientasi seksual yang berbeda. LGBT adalah akronim dari:

1.  Lesbian: Merujuk kepada wanita yang merasa tertarik secara romantis atau seksual kepada wanita lain.

2.  Gay: Merujuk kepada pria yang merasa tertarik secara romantis atau seksual kepada pria lain.

3.  Biseksual: Merujuk kepada individu yang merasa tertarik secara romantis atau seksual kepada orang-orang dari kedua jenis kelamin, baik pria maupun wanita.

4.  Transgender: Merujuk kepada individu yang mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai jenis kelamin yang berbeda dari jenis kelamin yang mereka lahirkan. Misalnya, seorang individu yang lahir sebagai pria tetapi mengidentifikasi diri mereka sebagai wanita.

    LGBT merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan beragam identitas dan orientasi seksual yang berbeda. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap individu yang tidak sesuai dengan norma heteroseksual (orang yang tertarik secara romantis atau seksual kepada lawan jenis mereka) dalam masyarakat.

    Yang sudah pasti bahwa LGBT bukanlah gangguan mental atau pilihan hidup, melainkan bagian alami dari keragaman manusia ini masalah keragaman Genetik. Hak-hak LGBT dan penerimaan terhadap mereka telah menjadi topik penting dalam perdebatan hak asasi manusia di banyak negara di seluruh dunia. Banyak organisasi dan aktivis bekerja untuk memastikan hak-hak dan perlindungan yang sama untuk individu LGBT seperti individu lainnya.

    Pernyataan bahwa LGBT bukanlah gangguan mental atau pilihan hidup, melainkan bagian alami dari keragaman manusia didasarkan pada pemahaman ilmiah dan pandangan yang didukung oleh organisasi kesehatan dunia serta komunitas medis dan psikologis utama. Berikut penjelasannya:

    Bukti Ilmiah: Banyak penelitian ilmiah telah dilakukan untuk memahami orientasi seksual dan identitas gender. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LGBT adalah variasi alami dalam keragaman manusia. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pandangan bahwa LGBT merupakan gangguan mental.

    Dukungan dari Organisasi Kesehatan: Organisasi kesehatan dunia seperti American Psychological Association (APA) dan World Health Organization (WHO) telah lama menghapus homoseksualitas dari daftar gangguan mental mereka. Mereka telah menyatakan bahwa orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda adalah bagian dari keragaman manusia yang normal.

    Konsensus Ilmiah: Ada konsensus ilmiah yang luas di kalangan ahli psikologi, psikiatri, dan ilmu sosial bahwa LGBT bukanlah pilihan hidup, tetapi merupakan bagian dari identitas yang muncul secara alami.

    Pengalaman Individu: Banyak individu LGBT telah melaporkan bahwa mereka menyadari orientasi seksual atau identitas gender mereka pada usia yang sangat muda, bahkan sebelum mereka memiliki pemahaman tentang pilihan hidup atau pendorong lainnya. Ini menunjukkan bahwa LGBT bukanlah sesuatu yang dipilih, melainkan merupakan bagian integral dari diri mereka.

    Diskriminasi dan Stigma: Menganggap LGBT sebagai gangguan mental atau pilihan hidup telah menyebabkan diskriminasi dan stigmatasi yang merugikan individu-individu LGBT. Oleh karena itu, banyak negara dan organisasi berkomitmen untuk mengakhiri stigma ini dan mengakui hak-hak individu LGBT.   




Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif bagi individu LGBT, dan ini termasuk menerima mereka sebagai bagian dari keragaman manusia yang alami. Memahami bahwa orientasi seksual dan identitas gender merupakan ciri yang muncul secara alami dalam beragam populasi manusia adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil.

Wednesday, 2 March 2016

LGBT, Manusia Beragama,Mempertanyakan Tuhan.


LGBT, ditengah manusia Indonesia yang mengklaim hidup beragama.  L(lesbian);G(gay);B(Besexual) dan T(transgender), adalah momok yang ada disetiap negara dan adalah pusat pandangan serta perhartian dari kalangan mayoritas.  kembali lagi minoritas adalah kesalahan jika apa yang dilakukan minoritas menekan yang kebenaran menurut mayoritas.
contoh gamblangnya adalah orang yang masuk bandara yang dicurigai membawa penyakit akan dikarantina dan mendapatkan treatment untuk menjauhkan mayoritas dari bahaya yang dibawa orang atau kumpulan orang yang saya sebut minoritas ini.
Sejak jaman nabi (Abraham) sudah terjadi hal ini, Tuhan sudah menghancurkan kota Sodom dan Gommorah atas alasan ini. tapi pertanyaannya, kenapa orangnya yang dimatikan bukan virus atau genetiknya yang di perbaiki oleh Tuhan. Sebuah pertanyaan yang akan kusampaikan langsung.
menurut Alkitab, genesis, penghancuran ini dilakukan di kota Sodom dan Gommorah setelah tidak menemui 10 orang benar (laki-laki) di kota tersebut.  dengan katalain mayoritaslah yang hancur setelah LGBT, tentunya sex bebas sudah berjalan dan menjadi budaya di kota itu.  di Genesis ini juga menunjukkan bahwa laki laki yang berperan dan dinilai sebab bawaan keimaman yang terlekat secara takdir Tuhan.
Hidup ini adalah pilihan adalah betul, tetapi ada kalanya tidak punya pilihan dan penyelesaian yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncanakan.
menjadi LGBT bukanlah suatu cita cita dari beberapa orang yang saya kenal menjalankan kebiasaan itu. mereka hanya jujur terhadap diri sendiri.
di Brunai saudah mengadakan hukuman terhadap golongan ini bagaimana dengan Indonesia?.
Kalau kembali kekata Tuhan, Dosa yang tidak bisa diampuni adalah menduakan Tuhan, bukan LGBT.
LGBT, beberapa orang membilang penyebabnya adalah virus, tapi sebagian besar ilmuan masih belum bisa memastikan apanya yang salah selain berbicara mengenai genetik, hormonal dan lingkungan. 
di kristen dikenal dengan pikul salib dan ingkari keinginan daging yang menjadi awal semua percobaan dan ketika tidak sangup menghadapi semua itu, di kembalikan keTuhan itu sendiri.  beberapa alasan ini membuat beberapa gereja menerima khususnya gereja Aglican (https://en.wikipedia.org/wiki/Blessing_of_same-sex_unions_in_Christian_churches) perkawinan LGBT. kelihatannya mengerikan tapi sebagai sesama umat Tuhan lebih baik merangkul dan berdoa meminta mujisat daripada menyakiti dan hanya memaksa orang lain bersandiwara dan kembali kepada kepura-puraan.
ya, LGBT mulai merambah, tapi Bangsa Indonesia itu beragama dan menyembah Tuhan YME maha pengasih dan penyayang.  pengasih dan penyayang ini tentunya harus  lebih di tonjolkan. Sebab Sodom dan Gommorah juga begitu. dikasisi sampai semuanya menjadi rusak baru di beri hukuman.
Indonesia khususnya yang terusik dengan LGBT sebaiknya mulai mengarahkan kepada research mengenai bagaimana perbaikan disorientasi ini, bukan sekedar mencaci atau mengerutu. lakukan sesuatu atau semuanya berdoa keTuhan masing-masing untuk mengeluarkan mujizat agar semuanya kembali orientasinya sexnya dari pada mengedepankan emosiaonal yang tidak rasional sebab kembali lagi tidak ada yang bercita cita menjadi LGBT.
ketakutan akan LGBT menular, itu masalah mayoritas, kuatkan panji-panji keagamaan yang mayoritas dengungkan, Tuhan lebih berkuaasa dari LGBT.
Biarkan LGBT hidup, namun dibuat jalurnya seperti terdaftar dan akan diberikan bimbingan secara kebenaran di kelompok mayoritas jika masih ingin hidup di mayoritas.  atau di pusatkan di sebuah pulau isolasi dimana semua hal hal yang melanggar agama di pindahkan kesana. seperti Ide Bang Ali sadikin.  Malaysia negara Islam namun ada pulau Genting.
Jika ketemu LGBT, janganlah memperlakukan dengan tidak manusiawi, berikan mereka sedikit doa, dan minimal tidak membuat mereka menjadi hilang kendali, sebab sekali lagi tidak ada orang yang bercita-cita menjadi LGBT. mereka sudah terbuang dari surga mereka sendiri yaitu keluarga, kenapa tidak memberikan empati kepada mereka.
Alkitab, bacaan orang nasrani, hukum dasar dan terutama adalah kasih. tetangga juga adalah wakil Tuhan didunia ini, kalifah. yang lain tujuannya menjadi dewa setelah menjalankan darma di dunia ini. 
mari kita ciptakan surga di dunia ini buat siapapun.  ucapkan doa buat orang orang minoritas untuk mengingatkan Tuhan akan Dunia ini. 1 hari Tuhan sama dengan 1000 hari manusia. jadi kehidupan kita terhitung dibawah hitungan detik. mari isi waktu singkat ini untuk saling mengasihi dan mendoakan.