Pengumuman

Selamat datang, jika terbantu dengan artikel, tolong click IKLAN yang ada untuk saya, terimakasih atas kebaikannya. jika ada yang di tanyakan silahkan langsung email ke taringdoberman@yahoo.com; welcome, have a nice reading, Please click commercial for me if you found my article is usedfull for you, you can contact me at taringdoberman@yahoo.com to share anything

Sunday, 17 March 2013

Hakikat Perceraian, katon dan Ira


Sedikit kecewa melihat pasangan ini bercerai.   pasangan yang minimal menurutku baik secara keilmuan tilik nasib dan energi, saya masih tidak percaya kalau mereka cerai sebab kemumungkinan itu kecil.
Dalam konsep agama walaupun sudah bosan mendengarnya adalah dalam agama samawi perceraian di benci Tuhan, sedangkan menurut agama pengikut Yesus, perceraian tidak ada kecuali kematian, walaupun karena mengikuti grasah grusuh manusia greja mulai mensahkan perceraian.
Perceraian adalah perpisahan dari orang-orang yang bersatu. ada perceraian suci yaitu pasangan yang bercerai tidak mengambil pasangan lain lagi, dan menjaga kesuciannya sampai mati menjelang.
banyak penyebab kasus perceraian, namun yang paling banyak adalah karena adanya pembanding yang lebih dari pasangan yang ada.  dan pembanding tersebut berespon positif terhadap orang yang sedang galau.
Tidak ada yang bisa menjamin tidak adanya perceraian.  tapi perceraian biasanya berasal dari ketidak puasan.  ketidak puasan yang dikomunikasikan dan berhasil mencari solusi akan berakibat positif. komunikasi yang tidak berhasil akan mengantar pasangan ke jalan keluar akan berakibat perceraian.
Selain hal penyebab perceraian ada hal yang menghambat perceraian seperti cinta yang sangat mendalam sehingga menutupi sisi kekurangan pasangan, utang budi, keluarga, anak yang dihasilkan dari perkawinan, harta dan lingkungan yang memandang jelek perceraian, 
Saya membandingkan percintaan opung tercintaku dengan percintaan Bapak Habibi.
Opung dan nini ku dua orang yang bermulut kasar, sebab dilahirkan dilingkungan yang memakai kekasaran sebagai petunjuk kekuasaan yang berhubungan dengan penghasilan, alias preman kampung  dan nini dengan latar belakang penjual kaki lima. setiap hari berantam, namun mereka masih tetap saling cemburuan sampai perkawinan di usia tuanya. dan ketika opung meninggal, niniku terlihat kehilangan pegangan hidup, dan tak menunggu lama, beliau meninggal menyusul orang yang di kaguminya.  atau percintaan Bapak Habibi dan Ainun yang memulai perkawinannya dengan omongan intelektual romantis.  "kamu bukannya wanita terideal dimuka bumi ini, namun kamu adalah wanita yang terideal menurut aku untuk aku, jadikanlah aku menjadi laki-laki yang terideal menurut mu untuk kamu", kata Profesor tersebut kepada Ibu Ainun yang di balas dengan kata Iya.  intelektual dan tidak intelektual bukan menjadi patokan bagus tidaknya menjalani percintaan.
Hidup ini sementara, dan pilihan yang konon katanya akan di pertanggungjawabkan kepada pencipta.
Sebelum bercerai hitung orang yang dirugikan dan orang yang di untungkan.  jika orang yang terugikan banyak, urungkan perceraian tersebut dengan memfokuskan kenapa anda tidak bercerai.  jika perceraian menguntungkan banyak orang lakukanlah demi kenyamanan banyak orang.  sebab hidup ini adalah satu cerita panjang yang berisi kesalahan dan kebenaran.  setiap orang harus menjalani kesalahan dan setiap orang harus menjalani kebenaran.

Monday, 25 February 2013

CENGKRAMA SEMESTA DENGAN KU


25/2/2013
 Aku tersentuh dengan kegelapan yang ku alami dan kegelisahaku menjadi jembatan tinggi untuk bercengkrama dengan Sang Semesta.
Sepanjang perjalan menyusuri jembatan itu aku menapaki semua sejarah kehidupanku mulai dari sejumput kenangan kecil sampai keujung kehidupan di depan mata yang teringat jelas seperti sebuah gerbang megah yang membuka rumah sang Semesta dan para makluk bersayap yang mempersilahkan Aku duduk didepanNya tanpa bisa melihatnya duduk di depan ku .
Setelah beberapa menit diam, aku pun berlinangan air mata mengenai perjalanan hidupku,  Aku tertawa terbahak-bahak mengenai kehidupan yang menyakitiku dan aku terdiam  terhadap kehidupan nyang mendiamkanku.  Semuanya aku lakukan sambil menunduk dan mengantukkan kepalaku ke lantai tempat aku dan Semesta berpijak.  Semakin aku benturkan semakin puas aku mencurahkan isi kepala.
Aku berharap aku mendapat sedikit perhatian dan sedikit bantuan sekedar meringankan hidup yang menurutku berat.
Untuk Sejenak aku diam memikirkan apa yang sudah kulakukan dihadapan Sang Semesta.  Apakah tindakanku salah dan rendah dimataNya sehingga Beliau tidak memperdulikanku.   kemudian sang semesta menyentuhkan cahaya kekudusanNya padaku sebelum pemikiran itu semua padam dari rongga otak.  Cahaya yang cukup menyadarkan aku dari kemurungan hidup, detik aku merasa tenang dan dalam..  kenyamanan tanpa paham akan arti itu.  Seperti orang yang sangat kehausan yang diberikan segelas air.
Aku sujud menyembah dan mencium bayangan cahaya suci itu dan mengarahkan badan dan jiwaku keluar dari gerbang Sang semesta.
Aku berlari gembira menyusuri jembatan-jembatan hidupku sampai kembali melihat jasadku yang duduk terpaku dibawah kebingungan hidup.  Aku melihat jasadku , ya aku melihat jasadku aku melihat segumpal daging yang bertulang yang telah kugunakan dalam kehidupan ini. Jasad ku tampak lebih tua dari umurnya, kulitnya menghitam dan keras layaknya cadas kering, sorot matanya garang mengikuti kehidupan yang dilaluinya.  Badannya selalu hangat untuk memeluk orang-orang yang dicintainya. Pundaknya besar untuk memikul beban orang-orang yang dicintainya.  Luka dihatinya terus berdarah sejalan pikulan beban yang semakin bertali waktu.  Perut yang besar sebab menelan semua rasa pahit cobaan hidup dengan lahabnya.
Kupeluk jasadku dengan lembut, kemudian kembali kedalamnya, menghentikan lamunan panjang tak berujung Disudut keheningan cadas gunung ini.