Pengumuman

Selamat datang, jika terbantu dengan artikel, tolong click IKLAN yang ada untuk saya, terimakasih atas kebaikannya. jika ada yang di tanyakan silahkan langsung email ke taringdoberman@yahoo.com; welcome, have a nice reading, Please click commercial for me if you found my article is usedfull for you, you can contact me at taringdoberman@yahoo.com to share anything

Tuesday, 24 July 2012

Kebenaran VS Pembenaran Berhala Agama

Berhala, definisi kata ini adalah jika kata tersebut dipergunakan sebagai kata benda maka dia bermakna patung dewa atau sesuatu yang didewakan yang disembah dan dipuja. 
kalau saya melihat ke kepercayaan yang saya anut, Tuhan sendiri melarang membuat sesuatu yang menyerupai apapun  dibumi, yang menyerupai dibumi diatas atau yang menyerupai di bumi dibawah di dalam laut, janganpula tunduk menyembah kepadanya.  namun dalam prakteknya memang ada bagian dari pengikut Kristus baik sadar atau tidak  tunduk menyembah terhadap patung Jesus, orang-orang suci dan salib.  dan ketika melihat keluar dari kotak saya, saya juga melihat hal yang sama dari kepercayaan-kepercayaan lain. 

ketidak sadaran yang saya maksud disini adalah pembenaran yang keluar dari mulut-mulut umuat-umat kepercayaan tersebut.  kalau kutanya kenapa kamu menunduk kebenda atau kearah benda yang kau angap bukan berhala tersebut?.   Ada yang berpendapat benda tersebut hanya penunjuk arah atau menyamakan arah atau sebagai media mendekatkan umatnya kepada objek yang menciptakannya yaitu Tuhannya.

syarat berhala salah satunya adalah posisi tunduk menyembah kepada benda tersebut. jadi entah sadar atau tidak sadar siapa pun yang tunduk adalah menyembah kepada benda tersebut jadi kembali lagi sebagian besar kepercayaan yang saya tahu semuanya menyembah berhala. walaupun bersikukuh dengan berbagai dogma dan dalil mencoba mempertahankan kebenaran yang menurutku adalah pembenaran.

kalau memang benda tersebut bukan berhala, hancurkan sebab menurut pikiran saya yang bersumber dari otak yang juga merupakan ciptaan Tuhan yang diberi Tuhan sebagai alat buat berpikir bahwa Tuhan berada disetaiap abad dan tempat, tidak usah pakai benda-benda untuk menyembah dia. 

Tetapi jika benda tersebut tidak dapat dihapuskan maka jangan pernah mengklaim kepercayaan anda tidak mempunyai atau menyembah berhala. jangan samakan kebenaran dengan pembenaran.

Saturday, 23 June 2012

Yesus Menghadapi Musuh bukan Dengan Pedang

Dalam kehidupan ini tidak dapat dihindari keberadaan musuh.  banyak juga yang berasumsi bahwa dengan mengalah dan tidak melawan adalah cara yang tepat untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan munculnya musuh.  ada juga yang berpendapat perangilah musuh itu sampai habis atau menerima apa yang kamu tawarkan sebagai harga perdamaian.
beberapa kata-kata bijaksana mengenai permusuhan mengarah kepada buruknya bermusuhan atau pakailah permusuhan yang terjadi sebagai bahan kewaspadaan untuk menjalani hidup ini.
Salah satu musuh yang sering membuat kita tertipu adalah musuh terselubung.  Musuh terselubung ini sering didapati didalam kehidupan sehari-hari ataupun di dalam cinema. musuh seperti ini adalah musuh yang takterduga dan efeknya paling merusak.
Di dalam kehidupan Yesus dari semenjak lahir sudah mempunyai musuh, yang paling terkenal adalah seorang raja, raja Herodes. setelah mencapai umur 30 tahun Yesus mempunyai musuh dari kalangan petinggi agama yahudi yang tidak mengakui dia sebagai Mesias yang dinanti-nantikan oleh orang yahudi. 
satu hal yang membuat saya tertarik dengan Dia adalah bagaimana Yesus menghadapi musuh.  ketika masih bayi, mereka di suruh Tuhan untuk bermigrasi dari tempat kerajaan Herodes, pada saat itu Tuhan tidak memperlakukan kerajaan Herodes seperti kejadian Sodom dan Gumora.  Tuhan tidak memakai pakaian hitam dan menghancurkan kota dan segala yang ada di dalamnya.  Tuhan pada saat itu menyuruh mereka untuk pergi.
sama ketika dewasa, Yesus menghadapi musuhNya dengan meninggalkan musuhNya, bukan mengangkat pedang atau beradu tinju yang didukung oleh semua pengikutNya.  saya melihat Yesus hanya menyampaikan saja berita yang dia ingin sampaikan, masalah penerimaan dan penolakan adalah permasalahan bagi orang yang mendengar. 

Beberapa Ayat Alkitab sebagai sumber referensi bahwa  Yesus menjauhi diri dari ancaman, yang berarti selama hidupNya, ketika Ia terancam, Yesus tidak melawan tetapi Ia menjauhkan diri.

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
-Yohanes 7:1

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana.
- Matius 12:14-15

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
-Lukas 4:28-30

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
-Yohanes 8:59

Yesus mengajar murid-muridnya untuk memberi reaksi yang sama juga demikian, ketika mereka terancam:

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.
-Matius 10:23

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
-Matius 10:14

 Gaya pengikut Yesus:.

[Setelah Stefanus mati syahid] Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.
-Kisah Para Rasul 8:1-4

Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia. Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.
-Kisah Para Rasul 9:28-30

Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. [Yesus telah menginstruksikan para murid untuk ”mengebaskan debu kaki” saat di tolak]
-Kisah Para Rasul 13:50-51

Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil.
-Kisah Para Rasul 14:5-7

perilaku meningalkan musuh didunia ini terlihat seperti seorang pengecut dimataku.  tapi kalau dilihat lebih dalam lagi Yesus tidak memandang orang yang memusuhiNya sebagai musuh, dia melihat orang tersebut sebagai orang yang tidak menyukai Yesus saja.  Yesus tidak melakukan kejahatan selain memberitakan mengenai keselamatan yang diberikan setelah kemarahan Tuhan hasil kerja Adam dan Hawa.